303 Online - Kemenangan Jerman atas Brasil dengan score mutlak 7-1 pada Piala Dunia 2014 lalu adalah satu diantara laga yang sukar dilalaikan hingga kapan juga. Saat ini, Sami Khedira coba kembali mengenang kejadian itu.
UEFA selanjutnya menetapkan tentang sambungan tersisa laga putaran kedua 16 besar Liga Champions serta Liga Europa 2019/20. Tidak ada pergantian, laga itu akan dimainkan di kandang team tuan-rumah seperti sebaiknya, Seperti yang dilansir oleh 303 Online
Ada empat laga sisa dalam tanding putaran kedua 16 besar Liga Champions sebelum wabah virus corona menggempur pada bulan Maret 2020 lalu, termasuk juga laga Manchester City kontra Real Madrid serta Bayern Munchen versus Chelsea.
Di Liga Europa, masih ada enam tanding putaran kedua yang belum dimainkan, plus dua laga yang akan dimainkan dalam pola satu leg lantaran tatap muka putaran pertama lalu dihentikan, lantaran virus corona.
Sambungan tanding putaran kedua ini benar-benar pernah jadi pertanyaan besar, dikarenakan UEFA mesti mengontrol keadilan pertandingan.
Memainkannya dalam tempat netral akan memberikan keuntungan team yang bermain tandang, tetapi terus memanfaatkan pola dua leg lantas terdapat resiko. Saat ini, UEFA kayaknya pilih kemungkinan itu.
"UEFA Executive Committee putuskan jika tersisa laga putaran kedua 16 besar Liga Champions serta Liga Europa akan dimainkan di kandang team tuan-rumah."
"Sama hal yang diberitakan pada Juni lalu, tanding Inter versus Getafe serta Sevilla versus Roma, yang leg pertama kalinya lantas dipending, akan dimainkan pada sebuah leg di Jerman."
Empat laga putaran kedua 16 besar Liga Champions ini masih menyimpan beberapa surprise. UEFA memastikan tanggal 7-8 Agustus 2020 buat mengakhiri empat laga ini.
Tersisa tanding putaran kedua 16 besar:
Juventus versus Lyon (0-1)
Manchester City versus Real Madrid (2-1)
Bayern versus Chelsea (3-0)
Barcelona versus Napoli (1-1)
Juventus akan melayani Lyon, Man City melayani Real Madrid, Bayern melayani Chelsea, serta Barcelona menyongsong Napoli. Ada beberapa peluang, belum pasti team-team besar dapat sukses ke putaran seterusnya.
Bagaimanapun juga, empat team yang berhasil sukses kelak akan temani empat team lain yang telah terlebih dulu amankan tempat di set perempat final. Keempatnya yakni Atalanta, Atletico Madrid, RB Leipzig, serta PSG.
Jadi penambahan, UEFA lantas memverifikasi jika set penyisihan buat kopetisi 2020/21 kelak akan dimainkan pada sebuah leg penetapan, tidak ada kandang-tandang. Laga ini lantas akan dimainkan tiada pemirsa.
Awal kalinya, UEFA telah memverifikasi jika mulai set perempat final kelak, Liga Champions akan dimainkan terpusat di Lisbon, Portugal, sedang Liga Europa akan diselesaikan di Koln, Jerman.
Final Liga Champions diskedulkan buat 23 Agustus 2020 kedepan, sedang final Liga Europa dimainkan dua hari kemarin.
Laga itu memperlihatkan kemampuan Jerman yang selanjutnya menjadi juara. Mereka tampil trengginas di tahap pertama serta sukses unggul 5-0, Khedira ikut serta langsung dengan membuat gol ke-5.
Buat club mana juga, unggul 5-0 di tahap pertama bermakna laga telah usai. Jerman seharusnya menang, peluang Brasil bangun memutar posisi sangat kecil.
Menyaksikan klubnya unggul 5-0, pelatih mana juga barangkali bakalan sampaikan pujian di sela seseparuh sesi. Tapi, Loew malah punya sikap keras pada tim Jerman, serta meneror menarik pemain yang tampil jelek.
"Jogi [Loew] berbicara pada kami: 'Hebat! Tetapi laga belum usai. Kalau saya menyaksikan siapa juga main-main, saya akan langsung menariknya!'," papar Khedira terhadap Sport Bild.
"Ia langsung mengyingkirkan euforia kami serta berbicara: 'Kita mulai lagi pada keadaan 0-0 serta saya pingin kita juga menjadi pemenang tahap kedua'. Itu ialah pesan yang fantastis darinya."
Pesan Loew itu yang bikin sejumlah pemain Jerman masih konsentrasi berikan yang terhebat di tahap ke dua. Mereka bermain dengan sikap rendah hati, walaupun sebenarnya membabat tuan-rumah Piala Dunia di kandangnya sendiri.
"Kami sama-sama merangkul, serta mereka yang tak miliki akses ke area ubah pada sela seseparuh sesi. Semua sama-sama serta pesan dari banyak pejabat begitu jelas: 'Nikmatilah, tetapi masih rendah hati'," lanjut Khedira.
Selanjutnya, Jerman juga menangi tahap ke dua. Andre Schurrle membuat 2 gol, Brasil cuma dapat membalas 1 gol melalui Oscar di ujung pertandingan.
Sekarang, enam tahun telah berlalu, tetapi hasil akhir 7-1 itu masih sukar diakui.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar